Saro nian Nasib Guru Honor SD, SMP dan Tahfiz di Kota Jambi iko Jok



Adoadobae.com-Saro nian nasib Guru honor SD dan SMP di Kota Jambi belum terimo honor 

Guru honorer tersebut mengaku saro nian  dengan lambatnyo  pembayaran gaji. “Padahal tugas dan tanggungjawab samo bae  seperti guru PNS, tidak ada bedo samo sekali,” kato dio.

 

Menurutnyo, jerih payah yang ia abdikan di sekolah tersebut, belum dibayarkan oleh Pemerintah Kota Jambi sejak bulan Januari. “Terakhir terima gaji bulan Desember 2020,” ujar ibu satu orang anak ini.


Meski macamtu sumber kami berharap proses pencairan biso segera dilakukan mengingat kebutuhan rumah tangga yang tidak bisa dikesampingkan.


Sementaro itu, beredar pesan di Whatsapp yang menyatakan permintaan maaf karena belum bisa melakukan pencairan gaji Guru Honorer BOSDA. Pesan tersebut berasal dari Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Aslmkm. Wr.wb

* Bapak Ibu honorer yang kami banggakan*

Terkait banyaknya pertanyaan tentang honorer BOSDA perlu kami sampaikan sbb :

Kami mohon maaf karena sampai hari ini kami belum bisa melakukan pencairan honorer

Dana UP yang masuk ke dinas belum cukup untuk membayar honorer, kita harus ajukan dulu Ganti Uang dan Tambah Uang karena dana yang kita butuhkan besar 5,6 miliar untuk honor SD SMP dan Tahfiz

Semua administrasi kelengkapan pencairan kito sudah siap, tapi kita harus mengikuti tahapan proses pencairan sesuai aturan baru.

Pak Wali sudah berulangkali meminta untuk disegerakan, dan Pak Kadis sudah mempersiapkan dan berkoordinasi dengan BPKAD

Mohon kesabaran Bapak Ibu, yakinlah kami berusaha agar proses pencairan bisa disegerakan tidak ada niat untuk memperlambat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mulyadi ketiko dikirimkan pesan singkat malalui whatsapp terkait edaran ini, tidak menanggapinya. (*)


Sumber: Koranjambi.com